Rabu, 14 November 2012

Hutang Budi (Dibawa Mati) Saya Kepada FLP Malang

Saya mulai berani dan bisa menulis sejak berkumpul dengan teman-teman FLP Malang. Saya rasakan sendiri manfaat sebuah  kebersamaan dalam komunitas yang memiliki kecenderungan minat yang sama. Dalam komunitas kita bisa saling memotivasi dan menginspirasi.

Saya merasa bisa seperti saat ini dalam hal kepenulisan adalah karena ALLOH mempertemukan saya dengan FLP Malang. Karena itu sampai kapanpun saya tidak akan melupakan ini, dan berharap dianugerahi kesempatan untuk membalas budi.

Sebagai sebuah organisasi, saya menilai FLP Malang masih sangat banyak kekurangannya, dan mungkin dari situlah sarana saya membalas budi kepada FLP Malang. Ilmu organisasi yang saya dapatkan saat menjadi karyawan, dan pengalaman akan saya sumbangkan semaksimalkan mungkin untuk meningkatkan kualitas FLP Malang sebagai sebuah organisasi.

ALHAMDULILLAH FLP Malang menyambut baik itikad saya. Dengan semangat fastabikul khoirot teman-teman FLP Malang khususnya pengurus sangat antusias menyambut tawaran saya. Mereka dengan kemauan dan semangat yang tinggi bersedia mengubah pikiran dan tindakan dalam berorganisasi. Memang belum bisa dibilang ideal, tapi saya mengamati dan membuktikan adanya progres kemajuan yang significant. Saya sangat menghargai dan salut atas kemauan tinggi teman-teman FLP Malang untuk berubah menjadi lebih baik, berusaha menjadi yang terbaik.

Saya tidak bisa menjamin kapan FLP Malang bisa benar-benar menjadi organisasi nirlaba yang profesional. Tapi saya yakin, bila proses perubahan ini secara istiqomah dijalankan, secepatnya FLP Malang akan menjadi sebuah organisasi yang disegani secara nasional bahkan internasional, dan maksimal bermanfaat bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat umum.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar