Selasa, 23 April 2013

Trauma yang Bermanfaat




Seorang gadis kecil sedang makan bersama dengan beberapa saudaranya di ruang tamu rumahnya. Sambil makan gadis ini asyik ngobrol dan bercanda, meskipun beberapa kali ditegur ibunya agar tidak banyak bercanda saat sedang makan. Tiba-tiba gadis kecil ini berhenti makan, melempar piring makannya dan memuntahkan isi mulutnya. Ternyata di atas nasi di piringnya ada satu setengah ekor anak tikus yang masih berwarna merah tanpa bulu. Sebagian badan anak tikus itu sudah terkunyah si gadis kecil, yang kemudian dia muntahkan.

Karena sibuk bercanda sang gadis kecil tidak memerhatikan makanannya sehingga tidak menyadari dua ekor anak tikus jatuh dari atap rumah yang tanpa langit-langit dan mendarat persis di atas nasi di piringnya. Dia merasa aneh dan sadar  saat merasa mengunyah daging padahal dia tahu bahwa lauknya hanya tahu dan sambal. Bayangkan bagaimana perasaan sang gadis kecil!

Sejak saat itu sang gadis kecil tidak mau makan daging yang berlemak apalagi jerohan. Bila terpaksa dia hanya mau makan daging yang dimasak kering tanpa lemak.

Gadis kecil itu sekarang sudah berusia kepala tujuh. Sang gadis kecil sudah menjadi nenek sehat yang aktif. Sepanjang hidupnya, sejak peristiwa itu, dia tidak pernah makan daging berlemak, dan jerohan, sehingga dia tidak pernah sakit darah tinggi, kelebihan kolesterol, asam urat, maupun gula darah. Nenek yang sehat dan aktif ini mendapat  pengalaman yang mengerikan sehingga mengalami trauma, namun itu justru bermanfaat bagi hidupnya, bagi kesehatannya.


Nenek sehat yang aktif itu adalah Ibunda mertua saya yang sangat kami hormati. Ternyata tidak semua trauma merugikan. Karena itu, meskipun saya bisa mencoba mengobati trauma beliau, saya menyarankan untuk tidak menghilangkannya. Trauma yang beliau alami telah membantu menjaga kesehatan, trauma yang bermanfaat.

Reaksi:

1 komentar:

Subhanallah..
Pengalaman yg mengagumkan!

Posting Komentar