Selasa, 07 Mei 2013

Anugerah Alergi


Beberapa waktu lalu saya menulis tentang penyakit masa kecil : Menyesal Tapi Tidak Menyesali.
Dua bulan yang lalu gejala alergi itu kambuh, setelah berpuluh tahun tidak mengalaminya. Gejalanya tidak sama persis, tapi awalnya sangat mirip. Hampir pada seluruh jari-jari kaki saya muncul benjolan kecil bernanah, sangat sakit, cekot-cekot. Ketika pecah rasanya sangat perih. Setelah pecah dan mengering muncul benjolan kecil lain di tempat yang sama, atau di tempat lain sekitar jari kaki.


Dengan awal yang sama seperti sakit saat masih kecil dulu saya menduga alergi saya kambuh, maka saya berhenti dulu makan daging ayam,telur, dan segala mahluk laut. Ternyata benjolan kecil masih terus bermunculan, hingga saya bertemu dan berkonsultasi dengan teman yang seorang herbalist. Dia menyarankan saya untuk berhenti makan segala macam daging, segala macam telur, mahluk laut, dan mengurangi konsumsi gula. ALHAMDULILLAH berangsur-angsur benjolan kecil di kaki saya berkurang, sampai akhirnya tidak ada sama sekali di jari-jari kaki.
Saya harus benar-benar menghindari aneka macam daging, telur dan mahluk laut sepanjang hidup atau harus segera mengobati alergi itu.

Dengan metode pengobatan atau terapi yang saya pelajari sebenarnya saya bisa mencoba menghilangkan alergi itu, tapi saya memilih untuk tidak melakukannya. Saya memilih untuk tetap mempertahankan alergi itu karena menganggapnya sebagai anugerah.

Saya sangat bersyukur ALLOH memberi saya sakit kulit seperti itu. ALLOH memberi saya sensor untuk menghindari makanan tertentu. Bukankah aneka daging, telur dan sea food, serta terlalu banyak gula adalah penyebab penyakit-penyakit berat seperti kelebihan kolesterol, darah tinggi, jantung, asam urat, diabetes dan semacamnya?

Bila orang lain berhenti makan daging, telur dan sea food karena penyakit dalam yang berat, saya berhenti makan aneka makanan itu karena penyakit kulit yang tidak berbahaya.

Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar