Rabu, 12 Maret 2014

Saya Tidak Mau Jadi Orang Munafik (3 Alasan Saya Pensiun Dini 1)

“Apa yang kamu cari Dian?”

Pertanyaan itu mungkin yang sering muncul di kepala saya baik yang bersumber dari eksternal maupun internal, saat saya memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempat saya bekerja. Dan Alhamdulillah saya punya segudang alasan untuk menjawabnya. Saya akan menuliskan tiga alasan yang paling tidak klise. Saya punya alasan tentang mengejar impian, membuat lapangan pekerjaan, membantu orang lain, dan alasan-alasan mainstream lainnya, tapi yang akan saya tulis adalah yang spesifik ada dalam kepala saya.

Alasan #1 : Saya Tidak Mau Jadi Orang Munafik

Di perusahaan tempat saya bekerja ada dua jenis karyawan, karyawan tetap dan karyawan kontrak. Selama enam belas tahun bekerja saya sudah merasakan puluhan kali kesedihan melihat teman-teman terbaik saya diberhentikan bekerja karena selesai masa kontraknya. Awal-awal dulu saya memberi semangat mereka dengan mengatakan bahwa masih banyak peluang kerja di perusahaan lain. Tetapi dengan berjalannya waktu saya mendapati bahwa teman-teman yang berpindah ke perusahaan lain tidak bernasib lebih baik daripada sebelumnya. Banyak perusahaan yang menerapkan aturan ke-sdm-an yang sama, tentang aturan tenaga kontrak dan batasan usianya. Sehingga pada tahun-tahun terakhir saya tidak lagi memberi mereka saran untuk berpindah ke perusahaan lain. Secara usia mereka juga sudah tidak masuk criteria karyawan baru di level mereka.

Saya melihat bahwa peluang terbaik bagi mereka adalah berwirausaha. Yang terbaik bagi mereka, saya tidak melihat ada yang lebih baik.

Dan luar biasa…Hampir tidak ada teman yang mau mengikuti saran saya. Tidak ada seorangpun yang percaya dengan betapa besarnya peluang sukses berwirausaha.

Kenapa saran saya tidak mereka lakukan? Kenapa mereka tidak percaya pada apa yang saya sampaikan?

KARENA SAYA SENDIRI BELUM MELAKUKAN.


Tidak ada cara untuk membuat orang lain percaya bahwa berwirausaha adalah pilihan terbaik, selain saya harus melakukannya dulu, segera!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar